fbpx
Loading...

ALAT TEST COVID TIDAK MEMBERIKAN HASIL AKURAT? GAUSAH PANIK SEKARANG TELAH HADIR TEKNOLOGI YANG MIRIP DENGAN RT-PCR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memperingatkan masyarakat untuk berhenti menggunakan dua alat tes Covid-19 karena hasilnya berpotensi tinggi tidak akurat. Dua alat yang dimaksud adalah Leccurate SARS-CoV-2 Antibody Rapid Test Kit dan Lepu Medical Technology SARS-CoV-2 Antigen Rapid Test Kit.

Badan tersebut mengatakan bahwa kedua alat tes tersebut tidak mendapatkan izin edar, tetapi didistribusikan ke apotek dan dijual langsung ke konsumen AS. FDA memiliki kekhawatiran serius tentang minimnya keakuratan dari hasil tes Covid-19 kedua kit tersebut.

“Hasil yang salah dapat membuat seseorang berpikir bahwa mereka menderita Covid-19, padahal mereka tidak terinfeksi, atau mereka yang sebenarnya terinfeksi, namun dinyatakan negatif,” demikian pernyataan FDA seperti dilansir dari laman Slashgear, Jumat (4/6).

Alat rapid test antigen melibatkan usap hidung, sedangkan alat tes antibodi menggunakan sampel darah, serum, atau plasma. Dari catatan FDA, beberapa pasien yang diuji ulang setelah dites dengan dua kit di atas memiliki hasil yang berbeda.

“Seseorang yang mendapatkan hasil negatif palsu, otomatis tidak akan dirawat karena Covid-19. Ini berbahaya karena mereka bisa menularkan atau membuat kondisi pasien lambat laun semakin parah,” kata FDA menjelaskan.

Karena itu, FDA juga menyarankan publik dan penyedia layanan kesehatan untuk berhenti menggunakan kedua kit tersebut. Mengingat risiko hasil tes yang salah akan menghambat penanganan pandemi.

FDA menganjurkan masyarakat untuk membeli alat tes Covid-19 yang memiliki izin edar resmi dari otoritas setempat. Itu semua mesti dilakukan demi menghindari kesalahan hasil tes serta mempercepat penanganan pasien Covid-19.

Lalu adakah solusi alat test covid-19? seperti yang sudah banyak kita ketahui alat tersebut adalah RT-PCR.

RT-PCR (Real Time – Polymerase Chain Reaction) merupakan teknologi deteksi covid-19 yang terbilang akurat dan sudah sangat dikenal di kalangan masyarakat umum. Akurasi hasil pengujian COVID-19 dengan metode RT-PCR tidak perlu diragukan lagi. Namun, bagaimana jika ada teknologi lain yang tidak kalah hebat dengan RT-PCR? Apa demikian ada teknologi seperti itu? Iya tentu ada, teknologi tersebut adalah teknologi TMA (Trancription Mediated Amplification).

Apa itu TMA

                TMA merupakan teknologi deteksi mikroorganimse (virus/bakteri patogen) yang memiliki prinsip kerja yang tergolong sama dengan RT-PCR, kenapa sama? karena baik RT-PCR dan TMA tergolong sebagai pengujian Covid-19 berbasis NAAT (Nucleic Acid Amplification Tests). Hal ini menunjukan bahwa, TMA juga menjadi standar pengujian Covid-19, sesuai salah satu pernyataan WHO (World Health Organization) yaitu “…NAAT hingga saat ini menjadi referensi standar yang direkomndasikan untuk pengujian Covid-19…”. Kemudian, jika TMA sama dengan RT-PCR, apa hal yang membuatnya berbeda dan tidak kalah hebat dengan RT-PCR? Menurut studi yang dilakukan oleh Gorszalki dkk (2020) satu kelebihan utama TMA ialah teknologi ini 10-100 kali lebih sensitif dibanding RT-PCR.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*