fbpx
Loading...

EFEK LOCKDOWN DALAM MENEKAN PENULARAN VIRUS COVID-19

Sumber : Kompas.com

KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo mengumumkan akan segera menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sejumlah daerah, mulai tanggal 3-20 Juli 2021. “Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali,” kata Presiden Jokowi dalam siaran live Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/7/2021). Kebijakan diambil sebagai salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran virus corona, yang terus meningkat dalam waktu belakangan ini. PPKM Darurat ini memiliki target menurunkan penambahan kasus konfirmasi harian kurang dari 10.000 kasus per hari.

Sejak pertengahan Juni, Indonesia melaporkan serangkaian rekor kasus harian lebih dari 20.000 kasus. Para ahli bisa memastikan, jumlah ini jauh lebih kecil dari kasus sebenarnya yang tidak dilaporkan. Pada Rabu (30/6/2021), Satgas Covid-19 melaporkan 21.807 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Angka ini merupakan rekor penambahan kasus harian tertinggi sejak awal pandemi terjadi di Tanah Air. Penambahan kasus yang sangat besar ini otomatis sangat berdampak pada rumah sakit di seluruh Indonesia, tertutama di Pulau Jawa. Di Jakarta, sejumlah bangsal berupa tenda darurat didirikan untuk menampung pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan ekstra. Sementara pasien Covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala diminta untuk isolasi mandiri karena keterbatasan fasilitas kesehatan rumah sakit. Lantas, apakah PPKM Darurat ini cukup membantu untuk menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia? Epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University di Queensland, Australia menyambut baik kebijakan ini, meski dia sudah menyarankan sejak 16 bulan lalu. Meski menurutnya, hal ini semestinya sudah dilakukan sejak setahun lalu atau awal tahun 2021 ini.

“Yang sekarang dipaparkan, itulah yang seharusnya dilakukan Indonesia tahun lalu atau setidaknya awal tahun ini. Tes 500.000 sehari itu harusnya dari tahun lalu begitu atau awal tahun ini, untuk mencegah situasi seperti saat ini,” kata Dicky kepada Kompas.com, Kamis (1/7/2021). Dicky mengatakan, tidak ada kata terlambat untuk mulai mengubah situasi. Dia pun menilai akhirnya Pemerintah Indonesia sudah mulai mengambil jalan yang benar. “Tapi… ada tapinya nih. Saat ini, kolapsnya fasilitas kesehatan sudah di depan mata kita. Bahkan beberapa rumah sakit di Jawa sudah tutup dari menerima pasien,” ungkap Dicky. “Terakhir kemarin walikota Bogor bilang dalam diskusi dengan saya, ada 3.500 kasus harian (di Bogor), itu pun di luar yang belum terdeteksi yang pasti jauh lebih besar. Sedangkan kapasitas rumah sakit cuma 950.” Fenomena lonjakan kasus ini menunjukkan, respons ideal yang tepat saat ini adalah lockdown. Dengan melakukan lockdown, kita dapat mengurangi beban di fasilitas kesehatan. Dia menerangkan kembali, kenapa lockdown sangat penting dan sangat dibutuhkan Indonesia saat ini. “Urgency lockdown ini sangat penting sebagai strategi tambahan atau penguat untuk mencegah lebih kolapnya layanan kesehatan, mencegah lebih banyak kematian, dan juga lebih cepatnya penularan. Apalagi delta variant data terbarunya mengerikan, 100 persen penularan di rumahnya,” tandasnya. Dicky menggambarkan, seandainya pandemi adalah perlombaan lari, Indonesia ketinggalan dari virus corona lebih dari sebulan.

Ketinggalan di sini maksudnya virus sudah bermutasi lebih cepat menular, beberapa lebih tahan terhadap vaksin tetapi langkah-langkah pencegahan penularan virusnya masih sangat kurang. Dengan lockdown atau PPSB wilayah adalah langkah untuk menyempitkan jarak atau jeda waktu dengan penyebaran virus corona. Saat suatu wilayah melakukan lockdown selama satu bulan dapat mengurangi angka kasus sampai 81 persen dan mencegah kematian sampai 63 persen. Hal ini harus dilakukan dengan ketat, sembari meningkatkan testing, tracing, dan vaksinasi.

Saat ini telah hadir alat pendeteksi virus paling akurat dan telah di rekomendasikan oleh dokter di luar negeri, alat ini bernama Panther. Panther merupakan alat deteksi virus/mikroorganisme patogen yang memanfaatkan prinsip teknologi TMA. Selain bekerja dengan memanfaatkan prinsip teknologi TMA, panther juga alat yang bekerja secara full-automasi. Maksud dari istilah full-automasi ialah seluruh tahapan pengujian sampel, seperti  preparasi sampel, ekstraksi, amplifikasi & deteksi, dan analisa hasil dilakukan sepenuhnya oleh alat Panther. Hal ini tentunya meminimalisir kesalahan atau human error  yang dilakukan oleh operator alat atau teknisi laboratorium. Kemudian, melalui prinsip kerja teknologi TMA dan sistem alat Panther yang full-automasi, pengujian sampel dapat dilakukan dalam jumlah yang besar dan waktu yang cepat. Jumlah sampel yang dapat diuji oleh Panther sendiri dapat mencapai 1000+ sampel dalam waktu 24 Jam. Dimana untuk hasil pengujian 5 sampel pertama dikeluarkan dalam waktu 3.5 Jam dan bahkan untuk tiap sampel selanjutnya hanya memerlukan waktu 1 menit saja.

Kabar baiknya alat ini dapat kalian miliki di PT.Biomedikal Scientific Indonesia/PT.Bimasindo. Karena PT. Bimasindo merupakan distributor resmi milik Hologic yang ada di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*